Carut Marut Negriku


Parodi Negeri Impian
Menyikapi problematika yang sudah mendarah daging dimasyarakat atau maslaah politik sangatlah sulit untuk merumuskan pemecahan masalah karena semua itu berhubungan langsung dengan nilai kebutuhan individu dari setiap personal. Ditambah lagi kekeluargaan yang erat kaitannya dengan kebersamaan. Ironisnya kekeluargaan yang seharusnya melahirkan hal yang positif berubah 180% karena penerapan yang salah pada tiap kelompok. Salah satu contohnya adalah korupsi pada satu intansi pemerintahan yang hampir tidak mungkin dilakukan oleh 1 orang saja, pasti kegiatan korupsi membutuhkan sokongan bantuan dari pihak-pihak terkait lainnya sehingga timbulah korupsi berjamaah. Mulai dari tingak bawah sapai atas ikut berperan dalam gerakan korupsi berjamaah. Saya Ambil contoh yang saya tahu dilapangan.
Permasalahan dalam pembagian dana bantuan gempa di Kecamatan X (sengaja tidak saya sebutkan). Kebetulan saya memiliki teman yang bertugas didalamnya sebagai pasilitator yang ditunjuk langsung oleh Provinsi dan bertanggungjawab memferivikasi data dengan kenyataan dilapangan. Layak / tidaknya Rumah yang mendapatkan dana bantuan tahap akhirnya ada di pasilitator yang data awalnya berasal dari pendataan RT RW diteruskan ke Desa lalu ke Kecematan begitu seterusnya sampai berakhir di BNPB. Pasilitator bersipat independen itu bertujuan untuk menghindari kecurangan-kecurangan yang akan dilakuakan apabila semua tugas dipegang oleh 1 intasi saja missalkan Desa / Kecamatan. Namun pada kenyataanya tetap saja banyak celah atau cara yang membuat orang baik dengan senang hati atau terpaksa untuk melakukan tindak korupsi.
Pembagian tahap pertama tidak banyak terlihat masalah yang mencuat di masyarakat mungkin itu dikarenakan masyrakat yang belum paham dengan mekanisme pengucuran dana tersebut. Masalah besar muncul ke permukaan setelah pembagian tahap ke 2, mulai dari pendataan yang tidak akurat, nominal yang tidak sesuai, dan kecemburuan warga terhadap warga lain yang mendaptkan bantuan padahal hampir tidak layak dikatakan korban bencana gempa. Hal tersebut mengakibatkan Ketua RW yang berhenti atau diberhentikan oleh warganya karena dituduh tidak becus melakukan pendataan.
Saat itu sayapun belum paham betul bagaimana mekanisme pengucuran dana dari BNPB hingga ke tangan korban gempa. Namun saat ini setelah teman saya membuka mulai dari cara kerja sampai ke permasalahan-permasalahannya saya cukup paham, bagai mana mereka-mereka yang terlibat didalamnya melakukan penyimpangan-penyimpangan. Namun itu bukan berarti saya 100% menyalahkan mereka-mereka yang ikut memakan hasil dari manipulasi data atau lain-lain. Karena setelah diselami banyak factor yang mendorong mereka untuk melakukan hal tersebut diluar keserakahan untuk menikmati uang haram tersebut. Itu menjadi dilemma tersendiri bagi orang-orang yang berusaha untuk jujur namun sulit sekali bahkan mungkin taruhanya adalah pertemanan bahkan sapai nyawa sekalipun. Untuk ilustrasi saya berikan gambaran begini. Jika seorang pasilitator melakukan verifikasi sesuai di lapangan akan banyak sekali KK yang telah masuk dalam data penerima bantuan dana korban gempa terancam dicoret. Apabila pasilitator mencoret 1 saja dari KK itu, bayangkan apa yang terjadi ? Di era yang seba sulit ini siapa yang tidak mau uang. Apalagi diberikan Cuma-Cuma dan apa reaksinya apabila uang ersebut kita ambil ? Anda pasti bias menjawab sendiri.
Maka dengan segala pertimbangan pasilitatorpun meloloskan KK yang seharusnya tidak layak menjadi layak. Itu adalah segelumit dilema seorang pasilitator yang ingin professional. Bagaimana dengan yang lain, yang ingin meraup keuntungan demi keserakahan. Mereka akan lebih mudah melakukan kecurang karena dari awal sudah berniat seperti itu. Hasil akhir siapa yang tau ??? Hanya Allah lah yang tahu.
Kita sebagai manusia hanya bias berusaha melakukan yang terbaik, hasilnya kita serahkan pada Allah.
Yang jelas tidakan korupsi lebih biadap daripada maling ayam karena korupsi memkakan keringat rakyat. Disebut Rakyat itu berarti bukan 1 orang asaja bias puluhan, ratusan, rubiuan, bahkan jutaan orang.
Semua berawal dari diri sendiri. Jangan sekali-kali kamu mengerjakan sesuatu pekerjaan yang bukan keahlianmu karena itu akan membawa kehancura.
Apabila ingin menghindari kubangan neraka jauhilah kubangan tersebut. Apabila ingin mendekati surge dekatilah surge tersbut.

Maaf apabila tulisan saya tidak berkenan dihati dan mata anda, karena saya bukan seorang fakar saya hanyalah masyarakat biasa yang ingin banyak tau.
Wassalam
fm

About marioubnormal

Warnet & Printing Berada di Wilayah Pameungoeuk - Garut
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Carut Marut Negriku

  1. This specific posting, “Carut Marut Negriku |
    Wikomsell” was remarkable. I am generating out a reproduce to present my buddies.
    Thanks-Jamal

  2. Every weekend i used to visit this site, as i
    want enjoyment, as this this web site conations actually good funny information too.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s